Aku duduk di bangku taman sekolah, dengan memandang matahari yang begitu terik aku mengusapkan keringat yang bercucuran di kening ini. Begitu lelahnya aku sampai aku tak menghiraukan beberapa siswa yang memandangiku dengan pandangan aneh. Mungkin mereka bertanya-tanya apa yang aku sedang lakukan dengan sebuah sapu lidi yang sedang aku pegang ini atau bahkan di antara mereka ada yang menertawaiku karena tampilan ku yang begitu lusuh dan sangat tidak rapi ini. Aku tak peduli apa kata mereka karena aku benar-benar sudah sangat membenci diriku ini yang tiap hari harus mengelilingi seluruh lingkungan sekolah dengan ditemani sapu lidi yang terlihat sangat menjijikan ini. Di sini aku sudah tidak seperti murid lagi melainkan tukang kebun sekolah. Aku bosan dengan hidupku ini tapi aku nyaman dengan semua ini mungkin karena aku sudah sangat sering melakukan hal seperti ini. “Hah, aku benar-benar membenci semua ini!” teriakku
“Mengapa kau membenci semua ini?” tanya seseorang,
Aku diam, “mengapa orang ini lagi yang muncul? Apa maunya sih?” batinku
“mengapa kau malah diam?” tanyanya lagi
“apa pentingnya kau bertanya seperti itu?” tanyaku sinis
“oh, tidak apa-apa. Aku hanya heran saja ada ya orang sepertimu?” katanya dan melirik ke arahku
... baca selengkapnya di Semua Karena Kau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
by Harun Yahya Darwin's portraying human beings as a developed species of animal and his presentation of some races as not yet having completed their development, and as species closer to animals was intensely dangerous and destructive in human history. Those who took this claim of Darwin's as their guide mercilessly oppressed other races, forced them to live under the harshest conditions, and even exterminated them. Bryan Appleyard, author of the book Brave New Worlds, explains the tyrannical mentality underlying racism, and the results of it, in this way: The point is that once people decide you are a lesser creature for whatever reason, either superstitious or scientific, there appears to be no limit to what cruelty they may inflict on you. And they are likely to inflict that cruelty feeling fully justified, because it is but a small step from believing another human being is inferior to believing that he is bad, dangerous, or threatening to 'superior' beings. Indeed...
Komentar