Langsung ke konten utama

Postingan

Momentum

“Kekuatan tidak terletak pada kemampuan membawa beban yang berat: burung bangau atau derek bisa melakukan hal itu. Esensi kekuatan ditemukan pada menjinakkan watak yang jelek serta amarah yang ada pada dirimu.” - Muhammad SAW - Ciptaan Tuhan yang paling efektif dan kuat adalah cinta. -Baha’ ad-Din, Ayah Mawlana Rumi - Seorang wanita keluar rumah dan melihat tiga orang laki-laki tua berjanggut putih lebat sedang duduk di depan halaman rumahnya. Dia tidak mengenal mereka. Dia berkata, “Aku tidak mengenal kalian, aku rasa kalian sedang lapar. Masuklah dan silahkan makan di dalam.” “Apakah suamimu ada di rumah?”, tanya mereka. “Tidak”, wanita itu menjawab, “dia sedang keluar.” “Kalau begitu kami tidak mau masuk”, jawab mereka. Malamnya ketika sang suami sudah pulang, ia menceritakan apa yang dialaminya tadi. “Beritahukan mereka kalau aku sudah pulang, dan persilahkan mereka masuk.” Wanita itu segera keluar dan mengundang ketiga laki-laki itu masuk. Tapi mereka berkata, “Kami ...

POTENSI DAN MANFAAT SELF-PUBLISHING

05 Agustus 2008 – 13:29   (Diposting oleh: Editor) Seri Artikel Write & Grow Rich Tren penerbitan mandiri ( self/independent publishing ) sudah tak terbendung lagi. Kini, semakin banyak saja individu atau lembaga dari berbagai strata sosial dan ekonomi memanfaatkannya. Keberadan mereka, di satu sisi sungguh-sungguh semakin menggairahkan dinamika penerbitan nasional. Namun di sisi lain, menjamurnya penerbitan mandiri juga berarti “tercuri”-nya sebagian dari ceruk atau potensi pasar penerbitan-penerbitan umum. Walau begitu, sejauh tren tersebut semakin memperkaya khasanah perbukuan nasional, rasanya patut disambut positif. Mengapa self/independent publishing menggejala bahkan bisa dikatakan semakin ngetren? Barangkali, itu merupakan pendobrakan atas dominasi cara penerbitan sebelumnya yang masih didominasi oleh penerbitan-penerbitan umum. Begitu kran demokrasi dibuka lebar-lebar, soal penerbitan pun bukan sesuatu yang sakral lagi dan sekarang semua orang bisa melakukannya. ...

Essay untuk Pejabat Trias Politika

Tok….tok….tok….Hai para pengelola negeri, ijinkanlah kami rakyatmu mengetuk pintu hati nuranimu. Mohon dibukakan barang sedikit agar kalian melihat kenyataan hidup yang dialami rakyatmu ini. Kini kami menjerit karena harga-harga pangan melejit. Kami harus berencana lebih teliti sebelum membeli daging sapi atau daging ayam atau bahkan sekedar telor ayam karena harganya melambung. Di beberapa tempat, kenaikan hingga dua kali lipat mungkin kalian anggap biasa. Tapi bagi kami, bagaimana bisa meningkatkan gizi anak-anak kami? Seperti biasa, setiap menjelang lebaran harga naik seolah tanpa kontrol. Kejadian yang merupakan suatu keniscayaan di setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hukum pasarkah yang berlaku? Dimanakah peranmu, hai, para pengelola negeri? Mengapa kalian bergeming saja melihat kejadian yang selalu berulang itu? Bukankah kalian berkuasa, bahkan berkewajiban, melindungi kami rakyatmu dari hisapan pasar yang bersifat rakus? Apakah kalian terlalu sibuk memikirkan partai, kelomp...

Perjalanan Kehidupan

Oleh: Erika Untung “Passion” adalah jalan bercabang dan tak berujung, namun saling terhubung. Ketika sang supir yang menggerakkan kemudi kendaraan yang bernama “Loyalitas”, ia membutuhkan “Integritas” sebagai bahan bakar untuk melajukan kendaraannya. Sang supir ingin menjelajahi setiap cabang tersebut, namun cabang tersebut terlalu banyak. Pada akhirnya sang supir memutuskan untuk menekan pedal gas dan kendaraan melaju ke arah cabang yang dia pilih sebagai cabang pertama yang akan dijelajahi. Selama di tengah perjalanan, sang supir pasti akan mencari pom bensin “Pembelajaran” untuk mengisi bahan bakarnya, dan membersihkan kendaraannya agar terlihat bersih lagi dari debu jalanan. Kadangkala di pom bensin”Pembelajaran” tersebut, ia berjumpa dengan pengemudi lainnya. Berbagi cerita mengenai setiap cabang yang telah mereka lalui sehingga masing-masing mendapatkan pengetahuan baru untuk menempuh perjalanan selanjutnya. Ketika sa...

Artca Penyelamat Budaya

Di era globalisasi ini remaja lebih sering menghabiskan masa-masa remajanya untuk bermain. Mereka juga jarang ada dirumah dan berkumpul bersama keluarganya. Sungguh miris melihat sikap dan prilaku remaja masa kini. Arus globalisasi telah membawa mereka pada hal-hal yang negative. Namun, tidak bagi sebagian remaja lainnya termasuk salah satu perkumpulan remaja yang ada di daerah Cangkuang. Daerah Cangkuang memiliki tempat wisata yang sering dikunjungi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Cangkuang tak hanya terkenal dengan peninggalan sejarahnya saja. Cangkuang juga terkenal dengan keadaan alamnya yang indah, sejuk, dan disana juga terdapat transportasi air yang berupa rakit. Suatu hari beberapa remaja terlihat sibuk dengan tugas sekolahnya. Kemudian mereka pergi ke Cangkuang untuk belajar bersama setiap hari sepulang sekolah. Perkumpulan ini bisa disebut juga sebuah grup yang bernama Benkyo. Mereka menjalani rutinitas kesehariannya ini disebuah lahan kos...

Solid Team Work

Membentuk suatu tim kerja yang solid (Solid Team Work) memang bukan perkara yang mudah, karena setiap orang dengan talenta yang berbeda dan disatukan dalam sebuah tim memerlukan sebuah proses penyatuan yang memerlukan kesamaan tujuan atas terbentuknya tim itu. Memang idealnya kita menetapkan sasaran dari awal dan membuatnya menjadi sasaran-sasaran tim yang lebih spesifik dalam sebuah organisasi ( break down target) sehingga proses pemilihan orang yang cocok dengan sebuah penugasan ( assignment ) menjadi sangat penting karena sifatnya yang berbeda dan dapat digabungkan begitu saja. Membangun tim yang solid ini butuh pemahaman yang mendalam karena dari tampak luar kelihatannya sebuah tim itu akrab namun sebenarnya tidak seakrab yang kita persepsikan sebelumnya, karena masing-masing individu sebagai bagian dari anggota kelompok mempunyai kesan ingin menonjolkan diri sehingga kita sebagai pemimpin harus menyadari bahwa kita ini sebenarnya mempunyai peran dengan menunjukkan komitmen dan ...

Wiro Sableng #18 : Pendekar Pedang Akhirat

WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : DI NEGERI TIONGKOK/CHINA Mungkin ini adalah malam yang paling mengerikan bagi Wiro Sableng selama dia menginjakkan kaki dalam rimba persilatan Tiongkok. Segala sesuatunya gelap, hitam memekat. Hujan turun dengan lebat, angin bertiup dingin mengeluarkan suara aneh tiada hentinya. Sekali-sekali guntur menggeledek dan di kejauhan terkadang terdengar suara lolongan liar serigala hutan. Dalam keadaan basah kuyup Wiro berusaha mencari perlindungan. Saat itu dia berada di lereng sebuah bukit gundul, sekitar 100 lie dari tembok besar. "Hujan gila!" memaki Wiro. Dia lari terus. Dalam kepekatan itu di kejauhan dilihatnya satu bayangan hitam sebuah bangunan. Dia tak dapat memastikan bangunan apa adanya itu, namun Wiro segera menuju ke sana. Sesaat kemudian, bila dia sampai ke tempat tersebut ternyata klenteng yang sudah tidak terpakai lagi, Wiro mendekam di bawah atap klenteng yang miring. Hawa di...