Seseorang mengguncang tubuhku. “Yash! Bangun!”
Aku menggeliat, menepis tangan yang mengguncangku itu sambil masih terpejam. Mataku masih berat untuk dibuka, kantuk masih menguasaiku.
“Yash! Aku mau bicara penting, nih.. Bangun!” tangan itu mengguncang tubuhku lagi. Suara Nay sepertinya. Dengan malas terpaksa kubuka mataku.
“Kenapa Nay?” sahutku serak akibat bangun tidur. Nay adalah sahabatku, sekaligus teman satu kos dan satu fakultas.
“Aku mau berhenti kuliah.”
APA? Sisa-sisa kantukku segera hilang. Aku langsung bangun terduduk di atas kasur. Menatap Nay lekat-lekat. Aku memang sering menjadi tempat Nay berkeluh kesah tentang dana kuliah dan biaya hidup. Aku tahu bagaimana sulitnya dia bertahan untuk tetap melanjutkan pendidikan strata satunya, tapi aku tidak pernah menyangka dia akan menyerah sekarang. Saat kami baru selesai dari program Kuliah Kerja Nyata dan tinggal menulis skripsi untuk menuntaskan pendidikan bachelor kami. Kecuali memang ada hal yang sangat genting yang memaksanya untuk itu, kecuali keadaannya sudah tidak tertolong lagi.
“Kamu serius?!” tanyaku setengah melotot. Nay mengangguk.
... baca selengkapnya di Nay, Sang Teratai Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
by Harun Yahya Darwin's portraying human beings as a developed species of animal and his presentation of some races as not yet having completed their development, and as species closer to animals was intensely dangerous and destructive in human history. Those who took this claim of Darwin's as their guide mercilessly oppressed other races, forced them to live under the harshest conditions, and even exterminated them. Bryan Appleyard, author of the book Brave New Worlds, explains the tyrannical mentality underlying racism, and the results of it, in this way: The point is that once people decide you are a lesser creature for whatever reason, either superstitious or scientific, there appears to be no limit to what cruelty they may inflict on you. And they are likely to inflict that cruelty feeling fully justified, because it is but a small step from believing another human being is inferior to believing that he is bad, dangerous, or threatening to 'superior' beings. Indeed...
Komentar